ANALISIS PERBANDINGAN KUAT LENTUR BETON NORMAL FS’45 MPA DAN FS’45 FAST TRACK 24 JAM MENGGUNAKAN VARIASI NAPTHA E121MUHAMMAD RIVARDO PAPUANDA NAZREL / Dr. Nur Istiqomah Khamidy, S.T., M.Sc. / Teknik Material, 2024Beton adalah campuran semen, air, agregat halus (seperti pasir), dan agregat kasar (seperti batu split). Campuran ini kemudian diaduk hingga merata. Setelah itu, beton dituangkan ke dalam cetakan dan dipadatkan untuk membentuk struktur yang diinginkan. Penggunaan material beton sebagai material kons... |
ANALISIS KUAT TARIK LENTUR DAN WORKABILITY PADA BETON BERSERAT FIBERGLASS DENGAN LIMBAH STEEL SLAG SEBAGAI MATERIAL SUBSTITUSI AGGREGAT KASAR DENGAN VARIASI 25%, 30%, DAN 35%MUHAMMAD HABIB MUTTAQIN / Ahmad Yudi, S.T., M.T. / Teknik Sipil, 2026Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan limbah steel slag sebagai material substitusi agregat kasar dan penambahan serat fiberglass terhadap kuat lentur dan workability beton. Variasi substitusi steel slag yang digunakan yaitu sebesar 25, 30, dan 35 persen dari agregat kasar,... |
Pengaruh Penambahan Biochar Sabut Kelapa terhadap Sifat Fisis dan Mekanis MortarNONI FLORA TAMBUNAN / Rio Ardiansyah Murda, S.Hut., M.Si. / Rekayasa Kehutanan, 2026Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan biochar sabut kelapa terhadap sifat fisis dan mekanis mortar, khususnya terhadap kerapatan, kuat tekan dan kuat lentur. Latar belakang dari penelitian ini adalah pentingnya pengembangan material konstruksi yang ramah lingkungan, salah s... |